Karir Eric Cantona

Data dan Fakta Eric Cantona, Raja yang Bertakhta di Man United

Eric Cantona akan selalu ada di dalam benak para penggemar Manchester United. Hal tersebut tidak terlepas dari begitu banyak memori yang ditinggalkannya. Sama halnya dengan Situs agen SBOBET resmi terpercaya yang selalu ada dalam benak para pemain setianya. Dialah salah satu pemain berkostum 7 di Man Utd paling ikonik selama berseragam klub Manchester Merah.

Pemain sensasional ini tercatat di sumber resmi bola.net dilahirkan pada tanggal 24 Mei tahun 1966, Prancis di kota Marseille, Prancis. Ayahnya, Albert Cantona, merupakan perawat sekaligus pelukis dan ibunya, Eleonor Raurich adalah seorang penjahit. Tempat yang menjadi kediamannya adalah sebuah gua yang pernah dijadikan sebagai pos pengintaian angkatan bersenjata Nazi Jerman selama perang dunia berkecamuk.

Namun, masa depan dari Cantona sangatlah cerah. Di akhir kariernya, dia menjadi salah satu legenda terbesar di klub sebesar Man United. Bahkan, dia sampai mendapatkan julukan King Eric.

Pada kesempatan kali ini, akan coba dibahas mengenai data dan fakta mengenai legenda Man United tersebut.

Awal Karier dan Catatan Penampilan Cantona

Eric Cantona dan Ferguson

Eric Cantona mengasah bakat bermain bolanya bersama akademi Les Caillols pada tahun 1980. Namun, setahun kemudian atau pada usia ke-15 bakatnya menjadi perhatian klub divisi teratas Auxerre. Dia pun promosi ke skuat senior pada 1983.

Baca juga:   5 Fakta yang Bikin Anda Tambah Kagum dengan Cristiano Ronaldo!

Selain Auxerre, klub Prancis semacam Marseille, Bordeaux, Montpellier, hingga Nimes pernah diperkuat oleh Cantona. Barulah pada Februari tahun 1992, dia mulai berkarier ke luar negaranya dengan bergabung ke klub Liga Inggris, Leeds United.

Cantona berseragam klub berjuluk The Whites itu hanya dalam hitungan bulan. Di situ, dia mencatatkan 30 penampilan dan membukukan 13 gol serta lima asis. Selain itu, dia berhasil meraih gelar Football League First Division (kini Premier League) dan Chariry Shield.

Pada bulan November tahun yang sama, Cantona didatangkan oleh Man United dengan biaya transfer 1,2 juta poundsterling. Di sinilah Cantona menjajaki jalan sebagai legenda.

Pertandingan debutnya bersama Man United adalah pada laga persahabatan melawan Benfica di Portugal. Saat itu, dia mengenakan nomor punggung 10. Sementara itu, laga debutnya di pertandingan kompetitif adalah ketika melawan Man City pada 6 Desember 1992. Dia masuk pada babak kedua dan MU menang dengan skor 2-1.

Legenda MU Eric Cantona

Kemudian, gol pertamanya untuk Setan Merah lahir ketika melawan Chelsea pada Desember 1992.

Nomor punggung 7 sudah sangat lekat dengannya dan nomor tersebut menghiasi belakang jerseynya pada musim perdananya di Man United 1992/93. Di musim selanjutnya, nomornya sempat berganti menjadi 9, akan tetapi itu tidaklah lama dan dia kembali memakai nomor 7 hingga dia memutuskan pensiun sebagai pemain di MU pada musim 1996/97.

Baca juga:   Daftar Wasit Wanita di Liga Inggris

Di musim debutnya, dia berhasil mengantarkan MU berhasil menjadi pemenang pada pada pargelaran piala Liga Primer Inggris. Cantona yang berposisi sebagai striker membukukan 9 gol dari 22 penampilannya di musim tersebut.

Bukan cuma musim 1992/93 saja dia berhasil mengangkat trofi Liga Primer Inggris, tapi juga pada musim 1993/94, 1995/96, dan 1996/97.

Selain itu, Cantona juga sukses meraih dua gelar FA Cup dan tiga gelar FA Charity Shield. Selama berseragam klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut, 81 gol dan 62 asis dari 180 pertandingan berhasil dia catatkan.

Cantona memutuskan gantung sepatu pada musim 1996/97 di usia yang ke-30. Pertandingan kompetitif terakhir yang dijalaninya adalah ketika melawan West Ham United 11 Mei 1997.

Salah satu momen yang paling dikenang dari Cantona semasa di MU adalah insiden “Tendangan Kung Fu” yang diarahkannya kepada suporter Crystal Palace pada 25 Januari 1995. Atas insiden ini, Cantona dikenai sanksi larangan bertanding selama 9 bulan.

Jadi Pesepak Bola Pantai Hingga Aktor Usai Pensiun

Cantona Menjadi Aktor

Cantona tidak bisa jauh-jauh dari sepak bola seusai pensiun. Setelh gantung sepatu, dia bergabung ke dalam tim sepak bola pantai Prancis. Cantona memiliki ketertarikan dengan olahraga ini karena saudaranya, Joel, yang sudah malang melintang di berbagai turnamen dunia sepak bola pantai.

Baca juga:   Transfer Termahal di Liga Primer Inggris Sepanjang Sejarah

Sebagai pemain sepak bola pantai, Cantone mencapai kesuksesan yang sangat besar dengan mengantarkan Prancis menjadi juara Liga Sepak Bola Pantai Eropa pada tahun 2004 dan setahun kemudian memenangkan Piala Dunia Sepak Bola Pantai FIFA. Itu menjadi tahun terakhirnya sebagai pemain dan dia melanjutkan kariernya sebagai pelatih.

Selain itu, Cantona memiliki karisma meskipun jauh dari dunia sepak bola, maka dari itu dia sempat menjajal ke dalam dunia akting. Beberapa film yang pernah dibintanginya adalah Looking for Eric (2009), Elizabeth (1998), Death List (2009), Looking for Istanbul (2012), dan lain sebagainya.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh tentang kepribadian hingga pemikiran Eric Cantona, maka bisa membaca buku berjudul “Cantona on Cantona” yang ditulis sendiri olehnya dengan dibantu oleh Alex Flynn. Buku ini pertama kali terbit pada 1996.

Leave a Comment