Maradona Pemain Bola Legendaris

Salah satu nama besar yang pernah mewarnai sejarah sepak bola adalah Diego Maradona. Pemain ini begitu dipuja oleh orang-orang di seluruh dunia, terlepas dari segala tingkah kontroversialnya. Para pemain judi bola di Agen SBOBET88 resmi terpercaya pernah ikut merasakan merasakannya.

Selama berkarier sebagai pemain, kesuksesan selalu mengikutinya di manapun klub yang diperkuatnya.

Maka dari itu, akan sangat menarik untuk menelisik lebih jauh tentang data dan fakta mengenai legenda sepak bola asal Argentina ini. Simak selengkapnya.

Awal Karier dan Klub yang Pernah Diperkuatnya

Diego Armando Maradona

Diego Armando Maradona dilahirkan pada tanggal 30 Oktober tahun 1960 di kota Lanus, Argentina. Klub profesional pertama dalam kariernya adalah Argentinos Juniors. Dia menjalani debutnya pada 20 Oktober 1976, sepuluh hari sebelum ulang tahun ke-16-nya. Dalam debutnya itu, dia tercatat sebagai pemain termuda yang tampil di Argentine Primera Division.

Maradona menghabiskan lima tahunnya bersama Argentinos Juniors dan pada 1981, dia hengkang ke Boca Juniors dengan biaya transfer 4 juta dollar Amerika Serikat. Bersama klub berjuluk Genoese ini hanya bertahan setahun dan kemudian mulai merantau ke Benua Eropa dengan bergabung ke Barcelona.

Sayangnya, bersama Barcelona banyak kontroversi yang dibuat oleh Diego Maradona. Salah satu yang terkenal adalah ketika ribut di babak final Copa Del Rey tahun 1984 di Santiago Bernabeu Stadium melawan Athletic Bilbao.

Baca juga:   7 Wasit Sepak Bola Terbaik dan Tergalak di Dunia

Saat itu, Maradona mendapatkan hinaan bernada rasis dan diprovokasi oleh Miguel Sola. Keributan antara dua pemain inilah yang memancing keributan menjadi semakin besar.

Keributan ini disaksikan langsung oleh Raja Spanyol Juan Carlos dan 100 ribu lebih penonton di stadion. Selain itu juga, masyarakat Spanyol yang menyaksikannya melalui televisi.

Meski begitu, kesuksesan turut mengikuti langkah Maradona di Barcelona. Setelah hengkang dari Barca, ia melanjutkannya di Napoli, Sevilla, dan kembali ke Argentina dengan bergabung ke Newell’s Old Boys dan menutup kariernya sebagai pemain di Boca Juniors.

Gelar yang Dimenangkan Maradona di Level Klub

Maradona Timnas

Gelar juara Argentine Primera Divison menjadi satu-satuya gelar yang berhasil dimenangkan Maradona ketika berseragam Boca Juniors.

Sementara itu, gelar Copa Del Rey, Copa de la Liga, dan Piala Super Spanyol berhasil dipersembahkannya untuk Barcelona.

Gelar lebih banyak didapatkannya ketika merumput di Italia bersama Napoli. Mulai dari dua gelar Serie A, kemudian Coppa Italia, Supercoppa Italiana, dan UEFA Cup (kini Liga Europa) juga turut dipersembahkannya untuk I Partinopei.

Prestasi Maradona bersama Argentina

Diego Maradona pun turut mempersembahkan kesuksesan untuk negaranya di pentas dunia. Dia tampil di empat edisi Piala Dunia, di antaranya 1982, 1986, 1990, dan 1994. Namun, hanya satu trofi Piala Dunia yang berhasil dimenangkannya, yakni Piala Dunia pada 1986. Kemudiannya juga gelar Artemio Franchi Trophy pada 1993.

Baca juga:   6 Pemain Legendaris Argentina

Selain itu juga, Maradona menjadi bagian di dalam skuat junior Argentina yang memenangkan gelar Piala Dunia junior yang berlangsung di Jepang 1979.

Bersama La Albiceleste, total Maradona tampil 90 kali di semua ajang dan membukukan 34 gol.

Diego Maradona dan Tangan Tuhan

Salah satu momen yang paling dikenang dalam sepak bola adalah momen ketika Diego Maradona mencetak gol di ajang Piala Dunia menggunakan tangan.

Inggris yang menjadi korban dari gol kontroversi tersebut di babak perempatfinal PIala Dunia 1986. Gol tersebut terjadi pada menit ke-51. Saat itu, Maradona terlihat mencetak gol menggunakan kepala sekaligus tangan yang menimbulkan kehebohan.

Adapaun yang memomulerkan istilah “Gol Tangan Tuhan” adalah pemain legenda Timnas Inggris, Gary Lineker. Dalam salah satu wawancaranya dengan BBC, Lineker bertanya kepada Maradona, “Itu tangan Anda atau tangan Tuhan?”

“Tanpa bermaksud untuk tidak menghormati fans Inggris, itu adalah tangan saya,” tegas Maradona.

Dikultuskan Sebagai “Tuhan”

Percaya tidak percaya, di dunia ini ada sekte penyembah Diego Maradona yang menamakan kelompoknya dengan sebutan Iglesia Maradonia atau Gereja Maradona. Pertama kali didirikan pada tahun 1998 di Rosario, Argentina.

Sudah seperti agama pada umumnya, Gereja Maradona ini juga memiliki hari besar, yakni menganggap 30 Oktober sebagai Hari Natal, karena bertepatan dengan kelahiran Maradona.

Baca juga:   Penakluk Wanita! 7 Bintang Sepak Bola yang Dicap Paling Playboy

Pun layaknya agama pada umumnya, awalnya Gereja Maradona hanya memiliki puluhan pengikut yang merupakan fans fanatik Maradona. Namun, lambat laun kelompok ini menjadi kian besar dan sudah mencapai ratusan ribu pengikut dan tersebar di banyak negara.

Pernah Melawan Indonesia dan Tak Boleh “Disentuh”

Diego Maradona pernah berhadapan dengan Timnas Indonesia, tepatnya di level junior, di dalam ajang Piala Dunia U-20 tahun 1979. Saat itu, turnamen digelar di Jepang.

Laga itu dimenangkan oleh Maradona dan kawan-kawan dengna skor 5-0.

Salah satu penggawa Timnas Indonesia kala itu, Mundari Karya, menyebutkan kalau ada pengawas pertandingan yang meminta agar tidak bermain kasar kepada Diego Maradona. Alasannya, saat itu Maradona masih berusia muda dan dianggap sebagai aset dunia.

Meninggal Akibat Jantung

Diego Maradona telah berpulang keharibaan-Nya pada 25 November 2011 silam dikarenkan mengalami henti jantung di rumahnya. Maradona tutup usia di usianya yang ke-60.

Leave a Comment